STUDI KOMPARASI KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS DENGAN INSULIN DAN ANTIDIABETIK ORAL

Lingga Ikaditya

Abstract


Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan akan menyertai seumur hidup penderita sehingga mengharuskan penderita harus melakukan pengobatan setiap hari yang dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui kualitas hidup pasien DM Tipe 2 di RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya yang mendapatkan terapi Insulin, Obat oral Anti Diabetes (OAD), maupun kombinasi insulin dan OAD, serta mengetahui hubungan kualitas hidup pasien DM tipe 2 dengan Pola pengobatan DM. Desain penelitian yang digunakan analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional di RSUD Dr. Sukarjo Kota Tasikmalaya pada periode Juli-Agustus 2016.  Adapun kriteria inklusi penelitian ini yaitu pasien dengan usia lebih dari 18 tahun, terdiagnosa DM tipe 2, bersedia mengikuti penelitian, tidak buta huruf,  dan tidak tuli. Alat pengukuran kualitas hidup menggunakan kuisioner Diabetes Quality Of Life Clinical Trial Questionnaire (DQLCTQ). Hasil penelitian terdapat 71 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan rata-rata skor kualitas hidup pasien DM yang menggunakan terapi OAD (74.33 ± 14.29) lebih baik daripada pasien yang menggunakan terapi insulin (73.27 ± 15.01) dan kombinasi OAD+Insulin (62.18 ± 7.06). Pola terapi menggunakan OAD, Insulin, maupun kombinasi insulin menunjukkan kualitas hidup pada kategori rendah dan perbedaan kualitas hidup total antara ketiga kelompok tidak berbeda secara signifikan (p = 0,389). 

Kata Kunci : DM tipe 2, Insulin dan oral antidiabetik (OAD), Kualitas hidup (Quality of Life)

 


Full Text:

48-56

References


Center for Disease Control, 2014, National Diabetes Fact Sheet, Available from: http://www.cdc.gov/diabetes/data/statistics/2014StatisticsReport.html

Diabetes Association, 2012, Diagnosis and Classification of Diabetes Melitus, Diabetic Care, 35 suppl:568.

Depkes RI, 2006, Pharmaceutical Care untuk Penyakit Diabetes Mellitus, Departemen Kesehatan, Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Jakarta.

Hartati, T., 2003, Kualitas Hidup Penderita DM tipe 2: Perbandingan Antara penderita Kadar Gula Darah Terkendali dan Tidak Terkendali, Thesis, Program Pascasarjana, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Hasina, Raisya, 2014, Hubungan Tingkat Kepatuhan dan Kepuasan Terapi dengan Kualitas Hidup Pasien Usia Lanjut Diabetes Melitus tipe 2 di Klinik Geriatri RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, Tesis, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

International Diabetes Federation, 2011, IDF Atlas Fifth Edition.

International Diabetes Federation, 2012, IDF Atlas Fifth Edition Update.

International Diabetes Federation, 2013, IDF Atlas Sixth Edition.

Kemenkes RI, 2013, Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013, Prevalensi Kasus DM., Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

Kresnasari, Ni Luh Putri, Budhiarta, A.A. Gde, dan Saraswati, Made Ratna, 2013. Hambatan Awal Terapi Insulin pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUP Sanglah Denpasar.Divisi Endokrinologi dan Metabolik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar.

Olokoba AB, Obateru OA, Olokoba LB, 2012, Type 2 Diabetes Melitus: A Review of Current Trends, Oman Medical Journal, 27(4) suppl : 269-273.

Redekop, W.K., Koopmanschap, M.A., Stolk, R.P., Rutten, G.E.H.M., Wolffenbuttei, B.H.R., Niessen, L.W., 2002, Health‐Related Quality of Life and Treatment Satisfaction in Dutch Patients With Type 2 Diabetes, Diab Care, 25:458‐463.

Rubin, R.R, dan Peyrot, M., 1999, Quality of Life and Diabetes, Diabetes Metab Res Rev., 15 (3), 18‐205.

Shen, W., J.G. Kotsanos, W.J. Huster, S.D. Mathias, C.M. Andrejasich, D.L. Patrick. 1999. Development and Validation of the Diabetes Quality of Life Clinical Trial Questionarre. Medical care.37 (4) AS45-AS66.

Triplitt CL., Reasner CA,., Isley WL., 2005, Diabetes Mellitus, dalam Dipiro, J.T., Talbert, R.1., Yee, G.C., Matzke, G.R., Well, B.G., &Posey,L.M., (Eds.), Pharmacoterapy : A Pathophysiologic Approach, 6th Ed, Appleton&Lange, USA

Wiryana, M, 2008, Peranan Terapi Insulin Intensif Terhadap Interleukin-6 (Il- 6)Dan Luaran Klinik Pada Penderita Kritis Dengan hiperglikemia . J Peny Dalam, Volume 9.

WHO. 2004. Introducing the WHOQOL Instrument. Diakses dari http//:dept.washington.edi/yqol/docs/whoqol_infopdf pada tanggal 19 Mei 2014.




DOI: https://doi.org/10.36423/pharmacoscript.v1i2.147

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Lingga Ikaditya

Pharmacoscript is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats