Analisis Vegetasi Gulma pada Lahan Budidaya Jagung di Arcawinangun, Purwokerto Timur, Banyumas

Authors

  • Lafi Naimatul Bayyinah Universitas Jenderal Soedirman
  • Rama Adi Pratama Universitas Jenderal Soedirman
  • Mutala'liah Mutala'liah Universitas Jenderal Soedirman

DOI:

https://doi.org/10.36423/agroscript.v4i2.1120

Keywords:

vegetation analysis, weeds, corn, dominance

Abstract

Jagung merupakan tanaman sumber karbohidrat sehingga mempunyai nilai strategis dan nilai ekonomis yang tinggi, akan tetapi praktik budidaya tanaman jagung mengalami berbagai kendala, salah satunya adalah keberadaan gulma pada lahan budidaya yang berpotensi menurunkan produksi tanaman jagung. Upaya pengendalian gulma oleh petani saat ini kurang efektif dan efisien karena kurangnya pemahaman tentang vegetasi gulma yang tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis vegetasi gulma dan menentukan gulma dominan pada lahan budidaya jagung di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengidentifikasi gulma yang ditemukan, dan metode kuantitatif dengan menghitung dan menganalisis vegetasi gulma yang dominan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Kuadrat menggunakan plot ukuran 0,5 x 0,5 m2 secara acak dengan melemparkan plot ke lahan budidaya jagung sebanyak 10 kali sehingga terdapat 10 plot sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 spesies gulma yang tumbuh pada lahan budidaya jagung di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur dengan komposisi 6 termasuk golongan gulma berdaun lebar, 3 termasuk golongan gulma rerumputan, dan 2 termasuk golongan gulma teki. Gulma yang mendominasi pada lahan tersebut adalah Synedrella nodiflora dari golongan gulma berdaun lebar dengan nilai SDR sebesar 31,1%, dan Cyperus iria dari golongan teki dengan nilai SDR sebesar 23,8%.

References

Anggraini, R. (2019). Identifikasi gulma pada lahan budidaya jagung (Zea mays L.) varietas pertiwi. Agrofood: J Pertanian Dan Pangan, 1(2), 12–19.

Dahlianah, I. (2019). Analisis vegetasi gulma di pertanaman jagung (Zea mays L.) rakyat dan hubungannya dengan pengendalian gulma di desa mangga raya kecamatan Tanjung Lago kabupaten Banyuasin. Klorofil, 14(1), 12–1714. https://doi.org/10.32502/jk.v14i1.1844

Duwadi, A., Acharya, A., & Gautam, S. (2021). A review on non-chemical weed management in maize (Zea Mays L.). Food and Agri Economics Review, 1(1), 46–51. https://doi.org/10.26480/faer.01.2021.46.51

Ebtan, R., Sugiharto, A. N., & Widaryanto, E. (2014). Ketahanan beberapa varietas jagung manis (Zea mays Saccharata Sturt) terhadap populasi gulma teki (Cyperus rotundus). Jurnal Produksi Tanaman, 1(6), 477–483.

Ehsas, J., Desai, L. J., Ahir, N. B., & Joshi, J. R. (2016). Effect of integrated weed management on growth, yield, yield attributes and weed parameters on summer maize (Zea mays L.) under south Gujarat condition. International Journal of Science, Environment and Technology, 5(4), 2050–2056.

Fitria, Efrida, & Harahap, F. S. (2019). Analisis vegetasi gulma di lahan tanaman jagung (Zea mays L.). Jurnal Pertanian Tropik, 6(2), 216–221. https://doi.org/10.32734/jpt.v6i2.3155

Gawaksa, H. P., Damhuri, & Darlian, L. (2016). Gulma di lahan pertanian jagung (Zea Mays L.) di kecamatan Barangka kabupaten Muna Barat. Jurnal Ampibi, 1(3), 1–9. https://doi.org/10.36709/ampibi.v1i3.5039

Gharde, Y., Singh, P. K., Dubey, R. P., & Gupta, P. K. (2018). Assessment of yield and economic losses in agriculture due to weeds in India. Crop Protection, 107(1), 12–18. https://doi.org/10.1016/j.cropro.2018.01.007

Hendrival, Wirda, Z., & Azis, Ab. (2014). Periode kritis tanaman kedelai terhadap persaingan gulma. Jurnal Floratek, 9(1), 6–13.

Idziak, R., Waligóra, H., & Szuba, V. (2022). The influence of agronomical and chemical weed control on weeds of corn. Journal of Plant Protection Research, 62(2), 215–222. https://doi.org/10.24425/jppr.2022.141362

Kamaluddin, Hano’e, E. M. Y., & Pardosi, L. (2022). Analisis vegetasi gulma pada lahan tanaman jagung di kecamatan Insana Tengah kabupaten Timor Tengah Utara. Journal Science of Biodiversity, 3(1), 33–38. https://doi.org/10.46201/jsb/vol1i1pp33-38

Karenga, F., Killa, Y. M., & S.K.K.L, K. (2022). Analisis vegetasi gulma di lahan jagung di desa Umbul Pabal Selatan kabupaten Sumba Tengah. Jurnal Ilmu Pertanian Agriland, 10(1), 12–15. https://doi.org/10.30743/agr.v10i1.5161

Oksari, A. A. (2017). Analisis vegetasi gulma pada pertanaman jagung dan hubungannya dengan pengendalian gulma di Lambung Bukit, Padang, Sumatera Barat. Jurnal Sains Natural, 4(2), 135–142. https://doi.org/10.31938/jsn.v4i2.85

Padang, W. J., Purba, E., & Sartini Bayu, E. (2017). Periode kritis pengendalian gulma pada tanaman jagung (Zea mays L.). Jurnal Agroekoteknologi FP USU, 5(2), 409–414.

Perdana, E. O., Chairul, & Syam, Z. (2013). Analisis vegetasi gulma pada tanaman buah naga merah (Hylocereus polyrhizus , L.) di kecamatan Batang Anai , kabupaten Padang Pariaman , Sumatera Barat. Jurnal Biologi Universitas Andalas, 2(4), 242–248.

Pertiwi, E. D., & Arsyad, M. (2018). Keanekaragaman dan dominasi gulma pada pertanaman jagung di lahan kering kecamatan Marisa kabupaten Pohuwato. Agrovigor, 11(2), 71–76. https://doi.org/10.21107/agrovigor.v11i2.4291

Pranasari, R. A., Nurhidayati, T., & Purwani, K. I. (2012). Persaingan tanamanjJagung (Zea mays) dan rumput teki (Cyperus rotundus) pada pengaruh cekaman garam (NaCl). Jurnal Sains Dan Seni, 1(1), 54–57.

Rai, A., Mahata, D., Lepcha, E., Nandi, K., & Mukherjee, P. K. (2018). A review on management of weeds in Maize (Zea Mays L.). International Journal of Current Microbiology an Applied Sciences, 7(8), 2906–2922. https://doi.org/10.26480/faer.01.2021.46.51

Shintarika, F. (2021). Inventarisasi dominansi gulma pada pertanaman jagung ( Zea Mays L . ) fase generatif di Bapeltan Lampung. AgroSainTa, 6(1), 49–54. https://doi.org/10.51589/ags.v5i2.74

Suryaningsih, Joni, M., & Darmadi, A. A. K. (2013). Inventarisasi gulma pada tanaman jagung (Zea mays L.) di lahan sawah kelurahan Padang Galak, Denpasar Timur, kodya Denpasar, provinsi Bali. Jurnal Simbiosis, 1(1), 1–8.

Tanasale, V. L. (2012). Studi komunitas gulma di pertanaman gandaria (Bouea macrophylla Griff.) pada tanaman belum menghasilkan dan menghasilkan di desa Urimessing kecamatan Nusaniwe Pulau Ambon. Jurnal Budidaya Pertanian, 8(1), 7–12.

Tantra, A. W., & Santosa, E. (2016). Manajemen gulma di kebun kelapa sawit Bangun Bandar: analisis vegetasi dan seedbank gulma. Buletin Agrohorti, 4(2), 138–143. https://doi.org/10.29244/agrob.v4i2.15012

Downloads

Published

2022-12-01

How to Cite

Bayyinah, L. N., Pratama, R. A., & Mutala’liah, M. (2022). Analisis Vegetasi Gulma pada Lahan Budidaya Jagung di Arcawinangun, Purwokerto Timur, Banyumas. AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences, 4(2), 75–82. https://doi.org/10.36423/agroscript.v4i2.1120

Issue

Section

Articles