KAJIAN MOTIVASI DAN PERSEPSI PETANI KOMODITI KAKAO (Theobroma Cacao L.) SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN WILAYAH PERBATASAN (STUDI KASUS PETANI DESA MASPUL KECAMATAN SEBATIK TENGAH KABUPATEN NUNUKAN)

Authors

  • Dewi Elviana Universitas Borneo Tarakan
  • Sekar Inten Universitas Borneo Tarakan

DOI:

https://doi.org/10.36423/hexagro.v3i1.306

Abstract

Kalimantan Utara adalah salah satu sebuah provinsi baru di Indonesia yang terletak di bagian utara Pulau Kalimantan. Provinsi ini berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Negara Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia Timur. Melalui pembentukan provinsi Kalimantan Utara diharapkan terjadi percepatan pertumbuhan ekonomi wilayah, apalagi sebagian besar wilayah provinsi ini berada pada posisi strategis berbatasan negara bagian Sabah-Malaysia. Salah satu komoditi unggulan Propinsi Kalimantan Utara adalah komoditi kakao. Salah satu sentra penghasil kakao di Propinsi Kalimantan Utara adalah Kabupaten Nunukan. Sektor perkebunan di Kabupaten Nunukan merupakan salah satu penopang ekonomi daerah yang sangat potensial. Lokasi pengembangan sektor perkebunan sebagian besar berada di Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia baik secara laut maupun darat. Namun seiring dengan waktu, luas lahan dan produksi komoditi kakao cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Kondisi ini disebabkan banyaknya petani kakao yang beralih pada usahatani sawit dikarenakan harga jualnya yang lebih tinggi dan cenderung stabil. Faktor tersebut mempengaruhi motivasi dan persepsi petani kakao terhadap usahataninya yang dilakukannya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis aspek motivasi dan persepsi petani terhadap usahatani kakao yang diusahakan. Penelitian dilakukan di Desa Maspul Kecamatan Sebatik Tengah. Wawancara dilakukan melalui informan kunci dan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Motivasi bertani kakao dipengaruhi oleh tiga aspek yaitu aspek ekonomi, sosial dan psikologis. Persepsi petani dipengaruhi oleh faktor kesesuaian usahatani kakao dengan tingkat pengetahuan serta keterampilan , sesuai dengan ketersediaan modal yang mereka miliki, dan tenaga kerja yang cukup dalam pengelolaan usahatani kakao. Kata kunci : Kakao, motivasi, persepsi, perbatasan

Author Biographies

Dewi Elviana, Universitas Borneo Tarakan

Fakultas Pertanian, Program Studi Agribisnis

Sekar Inten, Universitas Borneo Tarakan

Fakultas Pertanian, Program Studi Agribisnis

References

BPS, 2016. Nunukan Dalam Angka.BPS. Nunukan

La Maga, Taane La Ola, Hartina Batoa, Rahayu Endah Purwanti, 2014. Tingkat Motivasi Pemuda Dalam Pengelolaan Usahatani Kakao Di Desa Wapae Jaya Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna . http://www.uho.ac.id [1 Juli 2017]

Preslla M, 2011. Optimalisasi Sumberdaya Alam Menuju

Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat di wilayah Perbatasan. Jurnal Pendidikan dan Kewarganegaraan No. 24 2 Agustus 2011.

Robbins,S. 2008. Management. Prentice Hall. Australia. Siagian, Sondang P, 1996. Organisasi, Kepemimpinan dan Perilaku. Bumi Aksara. Jakarta.

Winardi. 2002. Motivasi dan Pemotivasian dalam Manajemen. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Downloads

Published

2019-11-16

How to Cite

Elviana, D., & Inten, S. (2019). KAJIAN MOTIVASI DAN PERSEPSI PETANI KOMODITI KAKAO (Theobroma Cacao L.) SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN WILAYAH PERBATASAN (STUDI KASUS PETANI DESA MASPUL KECAMATAN SEBATIK TENGAH KABUPATEN NUNUKAN). Jurnal Hexagro, 3(1). https://doi.org/10.36423/hexagro.v3i1.306

Issue

Section

Articles